International Conference on Learning Innovation 2017 (Konferensi International tentang Inovasi Pembelajaran 2017)

Malang-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang (UM) dengan bantuan dana dari Islamic Development Bank Project Implementation Unit (PIU IDB) Universitas Negeri Malang menyelenggarakan International Conference on Learning Innovation (ICLI) 2017, Rabu (4/10/2017), di Aula Pascasarjana gedung H3 lantai 2 UM dan dilanjutkan dengan parallel session pada Kamis (5/10/2017). Kegiatan ini adalah bagian dari seminar konsorsium 4 Universitas yang tergabung dalam IDB 4 in 1 Project, yaitu Universitas Jember, Universitas Negeri Malang, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan Universitas Mulawarman.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari empat negara, yaitu; Dr. David Stein (The Ohio State University, United States of America), Prof. John Hope (University of Auckland, New Zealand), Dr. Moch Rizal Palil (Universitas Kebangsaan Malaysia), dan Dr. Azhar Ibrahim Alwee (National University of Singapore). Selain pembicara utama tersebut, acara ini juga menghadirkan pembicara undangan; Maman Fathurrohman, Ph.D (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa), Prof. Dr. Suratno, M.Si  (Universitas Jember), dan Dr. Sudarman, M.Pd (Universitas Mulawarman).

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang akademik UM, Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si. Dalam sambutanya ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sarana untuk berbagi gagasan tentang isu-isu hangat dan topik yang sedang tren dalam bidang inovasi pembelajaran.

“ICLI juga bertujuan untuk membangun kerangka kerja serta kerjasama internasional antar universitas di Indonesia, dan memfasilitasi penelitian antar negara di dunia, terutama untuk publikasi penelitian para mahasiswa dan ilmuwan Indonesia pada jurnal internasional,”.jelasnya.

Sementara itu, ketua pelaksana kegiatan, Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd, M.Ag menguraikan jalannya pelaksanaan kegiatan ICLI 2017.

“Kegiatan ICLI 2017 diikuti oleh sekitar duapuluh empat lembaga di Indonesia. Para peserta juga mengirimkan abstraknya untuk diseleksi guna di presentasikan dalam kegiatan ini. Ada sekitar 97 papers yang lolos verifikasi,” urainya.

Menghindari adanya plagiasi, pria yang sekaligus kepala Pusat penelitian dan Pengabdian Bidang Sosial, Humaniora, Olahraga dan Kesehatan (P3SHOK) LP2M ini menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan plagiarisme. Sehingga, bagi peserta yang karya tulisnya melampaui batas toleransi 10% akan menerima kembali karyanya dan tidak bisa mengikuti parallel session.

Konferensi ini diselenggarakan berdasarkan tren abad ke-21, ditandai dengan meningkatnya kompleksitas peranan teknologi, dan munculnya gerakan restrukturisasi korporasi. Tren pembelajaran saat ini adalah menggabungkan kualitas teknologi dan sumber daya manusia (SDM), dalam membangun solusi masalah kehidupan. Kondisi ini membutuhkan SDM yang mampu mengambil inisiatif, berpikir kritis, kreatif, dan kompeten.

Kegiatan ICLI diakhiri dengan parallel session pada tanggal 5 Oktober 2017 yang diselenggarakan di Gedung LP2M UM (H4). Para peserta dibagi menjadi 8 ruang parallel. Setiap ruang dipimpin oleh seorang moderator.

Penulis: Suhardi (tautan artikel asli di website UM)

Disunting oleh: Muhammad Hafiz Riandi (Staf PIU IDB Universitas Negeri Malang)

Galeri Foto (tautan sumber)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.