Islamic Development Bank 4 in 1 Project Start-Up Workshop di Universitas Negeri Malang

MALANG KOTA – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar start-up workshop Islamic Development Bank (IDB) 4 in 1 Project kemarin (28/8). Gelaran tersebut untuk menyosialisasikan implementasi proyek pengembangan dari empat universitas terpilih, yaitu Universitas Jember (Unej), Universitas Negeri Malang, Universitas Mulawarman, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Gelaran ini sekaligus menjadi ajang untuk mewujudkan UM sebagai pusat inovasi pendidikan.

Dalam sambutannya, Rektor UM Prof Dr Ahmad Rofi’uddin MPd mengungkapkan, semua program yang dilakukan ini mengarah pada satu titik, yaitu bagaimana visi dan misi UM terwujudkan. Ia melanjutkan, meskipun untuk mewujudkan visi misi itu masih dihalangi banyak keluhan seperti ruang yang tidak cukup, alat laboratorium kurang, dan sebagainya, berbagai terobosan harus dicari untuk meminimalisir keterbatasan tersebut. ”Di antaranya, dengan implementasi proyek IDB ini,” ungkapnya.

Rofi’uddin juga mengatakan, sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) tertua di Indonesia, UM harus menjadi yang terdepan di dunia pendidikan. ”Oleh karena itu, mari wujudkan UM sebagai pusat inovasi belajar melalui program IDB 4 in 1 project ini,” tegas dia. Dia menyebutkan, targetnya, tiga tahun mendatang pusat inovasi belajar di UM akan terwujudkan. ”Nantinya, jika ada yang tanya inovasi belajar, silakan tanya ke UM,” sambung Rofi’uddin.

Di sisi lain, Rofi’uddin mengajak seluruh civitas akademika, terutama dosen dan tenaga kependidikan UM, untuk bekerja bersama-sama berpartisipasi membuat start-up, baik sistem maupun SDM, agar mencapai target sebagai pusat inovasi belajar. Misalnya, terkait kurikulum, harus selalu update dan terus berkembang. Yang terbaru, contohnya, akan diterapkan kurikulum dengan karakteristik berbasis kehidupan, transdisiplin, dan IT Fusion.

Dia menyebutkan, pembaruan kurikulum tersebut akan diimplementasikan ke 57 program studi sarjana. ”Jangan menggunakan evaluasi pembelajaran yang tidak sesuai dengan generasi saat ini. Mulai dari media pembelajaran sampai evaluasi harus terus di-upgrade,” imbuhnya.

Selain itu, dia menambahkan, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kompetensi. Mahasiswa juga harus cakap dalam bidangnya, sehingga kurikulum harus disesuaikan sesuai zaman. ”Mahasiswa yang generasi Z tidak bisa diberi kurikulum generasi sebelumnya. Kurikulum harus dibongkar total dan disesuaikan agar lulusannya lebih baik dari tahun ke tahun,” tambahnya.

Direktur Eksekutif IDB  4in 1 Project Management Unit (PMU), Setiawan, saat menjelaskan materi sesi satu menjelaskan, jika ingin meningkatkan daya saing inovasi pembelajaran di tingkat internasional, maka UM, selain menjadi learning university, juga harus mewujudkan learning inovation.

Misalnya, implementasi IDB dengan pertukaran mahasiswa di tahun ini, kemudian di tahun selanjutnya harus dievaluasi. ”Mari, empat universitas ini menjadi satu kesatuan untuk memajukan pendidikan Indonesia,” pungkas setiawan.

Pewarta: Binti Nikmatur

Penyunting: Didik Harianto

Copy Editor: Arif Rohman

Editor artikel laman jaringan: Muhammad Hafiz Riandi

Source: Disalin dengan sedikit perubahan faktual serta tata bahasa yang baik dan benar dari tautan berikut (https://www.radarmalang.id/um-wujudkan-pusat-inovasi-belajar-melalui-idb-4-in-1-project/)

Galeri Foto Acara

[envira-gallery id=”897″]

Galeri Poster

[envira-gallery id=”909″]

Presentasi Power Point

Presentasi UM 

Presentasi Bappenas 

Presentasi UNEJ

Presentasi Untirta 

Presentasi Unmul  

Presentasi BPKP 

Presentasi KPPN 

Presentasi IDB Project Cycle oleh CGO

Presentasi IDB Project Procurement oleh CGO

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.