IDB wujudkan UM Learning Innovation

_mg_4025
Direktur Eksekutif IDB UM, Drs. Bambang Supriyanto, S.T, M.T.

Karena UM merupakan salah satu Eks LPTK, dari empat perguruan tinggi , yang mendapatkan Proyek IDB (International Development Bank). Sehingga UM sepakat mengambil pusat unggulan dibidang pendidikan, yakni Learning Innovation. Sedangkan tiga perguruan tinggi yang lainya memilih pusat unggulan bidang murni, memang mereka dari universitas.

Proyek IDB ini dirancang untuk mempersiapkan pembelajaran abad 21. Sehingga rancanngan ini mulai dari awal hingga berakhirnya proyek IDB. Sehingga nanti semua kegitan-kegiatan diarahkan untuk mendukung pengembangan pusat unggulan (learning innovation) itu. Sehingga pada berakhirnya proyek IDB tahun 2019, UM betul-betul sudah punya pusat unggulan.

IDB di UM sendiri ada lima person In charge (PIC) program; PIC program dijabat oleh Dr. Sintha Tresnadewi, M.Pd. dari Jurusan bahasa Inggris, PIC performance yang mengurusi pengadaan, dijabat oleh Drs. Eko Setyawan, S.T, M.T., PIC finansial (keuangan), dijabat oleh Drs. Dwi Agus Sudjimad, M.Pd, dan PIC monitoring dan evaluasi dijabat oleh Apif Miptahul Hajji, ST., M.T., M,Sc., Ph.D.

 

Proyek ini ada dua pokok kegiatan utama yakni, kegiatan yang berkaitan dengan hard program dan kegiatan yang berkaitan dengan soft program.

Kegitan yang berkaitan dengan hard program terdiri dari pembangunan fisik. Seperti pembangunan gedung yang rencananya dipusatkan di Jalan Simpang Bogor. Posisi sebelah kanan kirinya Gedung PPG, dua gedung tersebut luasnya 44.874 meter persegi, dengan dua tower sembilan lantai.

Desain-desain ruangan di dalam gedung dirancang untuk pembelajaran abad 21 ini. Sehingga dalam perencanaan harus melibatkan Wakil Rektor I UM, Wakil Rektor II UM, termasuk konsorsium yang membarikan masukan-masukan terkait dengan perencanaan.

Pengadaan peralatan pembelajaran yang nanti akan masuk ke gedung, disamping ada peralatan laboratorium juga perabotan seperti mebeler yang untuk melengkapi kebutuhan gedung. Maka dalam mendesain gedung harus dapat mendukung pengembangan pusat unggulan tersebut.

Pembangunan infrastruktur pendukung keberadaan gedung tersebut termasuk jalan yang memberikan akses keluar masuk kendaraan dengan nyaman dan aman. Penataan jaringan listrik di luar gedang sehingga dapat memberi penerangan yang baik.

Pengadaan buku dan jurnal harus benar-benar diseleksi dengan ketat. judul-judul buku maupun jurnal yang akan dibeli jangan sampai tidak mendukung pengembangan pusat unggulan.
Kegiatan soft program ini berkaitan dengan pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia)/peningkatan kemampuan staf akademik. Para dosen yang berkaitan dengan pengembangan pusat unggulan ini dikuliah consortia.kan lagi atau mengikuti pelatihan baik dalam negeri maupun luar negeri. Dalam menempuh studi dosen bisa memilih degree dan nondegree.

Dosen yang mengikuti pendidikan nongelar itu kita mengirimkan dua puluh dosen, dan yang menempuh pedidikan diluar negeri maupun di dalam negeri. Di luar negeri bisa mengabil program studi satu bulan sampai tiga bulan. Jumlah keseluruhan yang di kirim studi sekitar 109 orang.

Dosen-dosen yang dikuliahkan diharpakan dapat menunjang pusat unggulan ini. Mereka tidak boleh kuliah sembarangan mengambil jurusan, dan jurusanya memang sudah di tentukan. Juga pendidikan nongelar seperti pelatihan-pelatihan mengacu pada ketentuaan IDB.

Pada pengembangan kurikulum (curiculum development) mengacu pada semua prodi kependidikan yang ada di UM. Sebanyak 37 prodi sudah siap mengikuti pelatihan pengembangan kurikulum pada tahun 2017.

Pengembangan riset dibagai menjadi dua kelompok yaitu; research grant dan research consortia. Research grant ini sudah ada 66 judul yang akan dilaksanakan selama tiga tahun 2017-2019. Tahun pertama nanti 2017 akan dilaksanakan riset 20 judul, 2018 ada 20 judul, dan 2019 research 26 judul.

Penelitian consortia ini merupakan kolaborasi dari empat perguruan tinggi yaitu; Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Jember, Universitas Mulawarman, Balikpapan, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang Baten. Setiap perguruan tinggi mempunyai pusat unggulan masing-masing.

Judul-judul penelitian tersebut harus mengacu pada pusat unggulan. sehingga judul-judulnya/topik-topiknya juga sudah ditentukan. Topik-topik ini dirancang untuk menunjang pengembangan pusat unggulan UM. Hasil-hasil penelitian nanti jika dijurnalkan, dan menjadi buku diharapkan bisa menunjang pusat unggulan UM ini.

Penelitiannya diutamakan yang menunjang pengembangan pendidikan, sedangkan pengajuan proposal itu sampai September tahun 2016 ini. Dosen dipersilahkan untuk mengambil topik apa kemudian dievaluasi. Evaluator dari intern ada yang dari luar negeri, setelah itu pemenangnya diumumkan.

Dalam waktu mendatang semua hasil penelitian dan pengembangan staf akademik ini bisa menunjang pusat unggulan. Diharapkan setelah selesai Proyek IDB ini pada tahun 2019 pusat unggulan UM terwujud.

Penulis : Ony Herdianto

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.