GROUNDBREAKING GEDUNG KULIAH BERSAMA UM

Malang, 17 September 2018 – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. H. Mohamad Nasir, Ak, Ph.D mengikuti prosesi groundbreaking pembangunan dua Gedung Kuliah Bersama di Universitas Negeri Malang (UM), yang mendapatkan pendanaan dari Islamic Development Bank (IsDB).

Prof. H. Mohamad Nasir, Ak, Ph.D mengatakan bahwa Universitas Negeri Malang menjadi salah satu perguruan tinggi yang mendapatkan pendanaan Project 4 in 1 dari IsDB. Dalam Konsorsium 4 in 1, Universitas Negeri Malang mengemban tugas menjadi Pusat Unggulan (Center of Excelence) bidang Learning Innovation dan memperoleh pendanaan senilai 48,2 juta dolar AS.

“Proyek pembangunan dua gedung ini dibiayai IsDB. Pembangunan yang pertama dilakukan di Universitas Mulawarman Samarinda,” kata Prof. H. Mohamad Nasir, Ak, Ph.D, saat memberikan sambutan dalam Groundbreaking Project 4 in 1, di Universitas Negeri Malang, Kota Malang, Senin.

Dua gedung yang dilakukan peletakan batu pertama tersebut merupakan Gedung Kuliah Bersama atau Integrated Classroom Buildings, yang menempati lahan seluas 3,4 hektar dan memiliki luas lantai total 44.917 meter persegi. Masing-masing gedung tersebut akan dibangun sembilan lantai dengan tata letak yang saling berhadapan.

Tiga perguruan tinggi lainnya yang masuk dalam Project 4 in 1 IsDB adalah Universitas Jember, Universitas Mulawarman dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Setiap perguruan tinggi memiliki Center of Excellence (CoE) dengan tema spesifik yang harus dikembangkan berdasarkan kekuatan dan potensinya.

Universitas Negeri Malang Universitas akan memiliki CoE untuk Learning Innovation, Universitas Jember akan mengusung CoE untuk Bio-Technology, Universitas Mulawarman akan membangun CoE untuk Tropical Studies, sedangkan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa akan menjadi CoE untuk Food Security.

Prof. H. Mohamad Nasir, Ak, Ph.D menambahkan, pendanaan 4 in 1 IsDB di Universitas Negeri Malang harus dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak hanya digunakan untuk membangun fasilitas fisik namun juga memperkuat kualitas sumber daya manusia di UM. Diharapkan, investasi tersebut menjadi modal untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam memasuki era Revolusi Industri 4.0.

“Perguruan tinggi perlu terus berupaya meningkatkan sinergi dengan pelaku industri dan masyarakat. Sinergi ini akan memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan bangsa dan menjawab permasalahan yang dihadapi bangsa,” ujar Prof. H. Mohamad Nasir, Ak, Ph.D.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.